banner 728x286

BPL GIDI Internasional 2026 di Kanggime: Presiden GIDI Minta Tolikara Tunjukkan Wajah Terbaik

banner 120x600

TOLIKARA, SUARALANI.id– Kabupaten Tolikara bersiap menjadi tuan rumah BPL GIDI Internasional 2026 yang akan dipusatkan di Kanggime, Wilayah Toli, Kabupaten Tolikara.

Agenda tersebut dipandang sebagai momentum penting bagi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) untuk mencatat sejarah baru sekaligus mempertemukan para hamba Tuhan dari berbagai wilayah Indonesia dan jaringan penginjilan GIDI di berbagai negara.

Presiden GIDI, Pdt. Usaman Kobak, S.Th., M.A., menyerukan seluruh masyarakat Tolikara, khususnya warga dan pemuda GIDI, untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan para peserta BPL dengan menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan dan kesan terbaik.Seruan tersebut disampaikan Usaman saat menghadiri Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara 2026. Lapangan Merah Putih Karubaga, Rabu, (12/08/2026) .

Ia menilai festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Tolikara merupakan kegiatan positif dan menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat.“Saya serukan khusus kepada Wilayah GIDI Toli, tahun ini BPL GIDI secara internasional akan dilakukan di Kanggime, yaitu di Wilayah Toli dan di Kabupaten Tolikara,” ujar Usaman.

Menurutnya, BPL 2026 akan menjadi agenda yang istimewa karena melibatkan jaringan GIDI dalam skala luas. Para hamba Tuhan dari berbagai klasis dan wilayah, termasuk tempat-tempat pelayanan GIDI di seluruh dunia, diharapkan hadir di Kanggime.

“Karena itu, mari para hamba-hamba Tuhan dari 101 klasis, 11 calon klasis, kemudian delapan wilayah, satu calon klasis, bahkan juga tempat penginjilan yang kita lakukan di seluruh dunia, akan datang,” katanya.

Catat Sejarah Baru GIDIUsaman menilai pelaksanaan BPL Internasional 2026 di Kang Gime memiliki arti strategis bagi perjalanan GIDI.

Ia menyebut agenda tersebut bukan sekadar pertemuan organisasi, tetapi menjadi momentum untuk meletakkan sejumlah catatan penting bagi masa depan gereja.

“Ini BPL yang agak berbeda, karena kita banyak menjatuhkan sejarah-sejarah baru untuk GIDI masa depan,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat Tolikara diminta ikut mengambil bagian dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib. Menurut Usaman, keramahan dan keamanan daerah akan menjadi bagian dari kesaksian yang dibawa para peserta ketika kembali ke tempat masing-masing.

“Saya minta untuk seluruh masyarakat menjaga ketertiban, keamanan dengan baik, sehingga semua orang tamu yang akan datang, mereka lihat kemuliaan di tempat ini,” tegasnya.

Ia berharap para tamu yang datang dapat melihat Tolikara sebagai tempat yang memiliki sejarah penting dalam pemberitaan Injil.

“Bahwa di sini adalah tempat di mana Kristus diberitakan, kemudian kesaksian yang baik akan dibawa dari sini,” ujarnya.

Bupati Tolikara Didorong Bersama GIDI Dalam persiapan BPL 2026, Usman juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tolikara yang dipercaya menjadi Ketua Panitia BPL.

“Terima kasih, Pak Ketua Panitia BPL 2026 adalah Pak Bupati sendiri, maka apa yang dirancangkan itu dapat diikuti bersama-sama,” katanya.

Menurut Usaman, hubungan antara pemerintah daerah dan GIDI perlu terus dibangun melalui kerja sama yang positif. Ia menyebut Bupati Tolikara sebagai rekan kerja sekaligus kader gereja.

“Bupati adalah rekan kerja kami, dan juga sebagai kader gereja ini. Dia lakukan, kami sebagai pimpinan gereja, sebagai orang tua, kami mendukung hal positif seperti ini,” tuturnya.

Dukungan tersebut dinilai penting agar persiapan BPL dapat dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah, gereja, masyarakat, maupun pemuda.Pemuda GIDI Diminta Ambil PeranPresiden GIDI juga secara khusus mengajak pemuda dan pemudi GIDI untuk terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya harap sekali pemuda-pemudi yang kelahiran Gereja Injili di Indonesia untuk mengikuti kegiatan ini dengan proaktif,” ujar Usaman.

Ia meminta masyarakat menyambut para peserta BPL dengan suasana tenang, aman, dan tertib sehingga setiap orang yang datang dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

“Sampai orang akan datang dengan tenang, ikuti BPL di Kang Gime, dan mereka akan pulang dengan kesaksian yang baik. Itu yang saya harapkan,” katanya.

Menurut Usaman, kehadiran peserta dari berbagai wilayah dan negara bukan hanya menjadi kesempatan bagi GIDI untuk menjalankan agenda internal gereja. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Tolikara memperlihatkan wajah daerah yang aman, damai, terbuka, dan memiliki nilai sejarah keagamaan yang kuat.

Kanggime Disiapkan Sambut Tamu dari Berbagai NegaraUsaman mengatakan dirinya akan segera menuju Kanggime untuk memberikan motivasi kepada masyarakat dan orang tua di wilayah tersebut.

Ia ingin masyarakat setempat mempersiapkan fasilitas sekaligus kesiapan hati dalam menyambut para peserta yang datang dari berbagai penjuru dunia.

“Besok atau lusa nanti, saya akan bergeser ke Kang Gime untuk memberikan motivasi kepada orang tua di sana untuk mempersiapkan sebuah fasilitas, terutama kesiapan hati untuk menerima duta-duta Kristus yang akan datang dari berbagai penjuru dunia,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapan menyambut peserta BPL tidak hanya menyangkut sarana dan prasarana. Sikap masyarakat, keramahan, keamanan, dan kesatuan hati juga menjadi bagian penting dari kesuksesan kegiatan.

“Mereka akan datang dari berbagai negara,” katanya.

Karena itu, ia kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kerja sama dan menjaga keamanan bersama.

“Kami mengharap sekali untuk kerja sama, kesatuan hati, dan menjaga keamanan kita bersama,” tegas Usaman.

Diharapkan Membawa Berkat bagi TolikaraUsaman berharap kedatangan para peserta BPL dari berbagai wilayah dan negara dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Tolikara. Selain mengikuti agenda gereja, para tamu diharapkan membawa pengalaman dan kesaksian baik tentang Tolikara ketika kembali ke daerah maupun negara masing-masing.

“Tuhan Yesus akan memberkati kita, dan orang akan datang taruh berkat di sini, mereka akan doakan kita di wilayah Toli ini,” pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pimpinan GIDI, tokoh gereja, pemuda, masyarakat, serta seluruh elemen terkait, BPL GIDI Internasional 2026 di Kang Gime diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi GIDI sekaligus kesempatan bagi Tolikara menunjukkan identitasnya sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah perkembangan Injil.

Dari Kanggime, pesan yang ingin dibawa bukan hanya tentang keberhasilan sebuah agenda gereja, tetapi juga tentang keamanan, persatuan, keramahan, dan kesaksian baik masyarakat Tolikara kepada para tamu dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia.[Kosai Kogoya/Nay]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *