banner 728x286

Wabup Tolikara Ajak Pimpinan OPD Beli Pangan Lokal Mama-Mama Asli Tolikara

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8388608;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 51;
banner 120x600

KARUBAGA, SUARALANI.id– Wakil Bupati Tolikara, Yotham R. Wonda, S.H., M.Si., mengajak para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tamu undangan, dan masyarakat untuk membeli pangan lokal serta hasil kerajinan yang dijajakan mama-mama asli Tolikara dalam Festival Etnik Religi (FER) Kabupaten Tolikara.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Yotham R. Wonda seusai penutupan Festival Etnik Religi di Lapangan Merah, Karubaga, Kamis (13/8/2026).

Wakil Bupati mengatakan, kehadiran mama-mama asli Tolikara yang menjual berbagai hasil kebun, makanan lokal, dan kerajinan tangan perlu mendapat dukungan nyata dari pemerintah maupun masyarakat. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan membeli produk yang mereka siapkan dan pamerkan selama festival.

“Saya mengajak para pimpinan OPD Kabupaten Tolikara, tamu undangan, dan seluruh masyarakat untuk membeli makanan lokal serta hasil kerajinan yang disiapkan mama-mama dalam Festival Etnik Religi ini,” ujar Yotham.

Berbagai hasil pangan lokal yang dijajakan antara lain nanas, jagung, daging babi (B2), pisang, kacang-kacangan, jeruk, kopi, dan roti. Selain pangan lokal, mama-mama juga memamerkan dan menjual beragam kerajinan serta perlengkapan tradisional, seperti pakaian adat, noken, sali, gelang, koteka, serta berbagai suvenir kerajinan tangan khas daerah.

Menurut Wakil Bupati, membeli produk mama-mama bukan sekadar berbelanja, tetapi juga merupakan bentuk keberpihakan terhadap ekonomi masyarakat lokal. Dengan membeli hasil kebun dan kerajinan mereka, perputaran ekonomi dapat memberikan manfaat langsung kepada keluarga-keluarga di Tolikara.

“Jangan sampai mama-mama sudah datang membawa hasil kebun dan kerajinan mereka, tetapi pulang dengan rasa kecewa karena dagangannya tidak dibeli. Karena itu, mari kita membeli pangan lokal dan berbagai kerajinan, termasuk noken, yang mereka hasilkan,” katanya.

Yotham berharap para pimpinan OPD dapat memberikan contoh dengan mencintai dan membeli produk lokal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan mama-mama sekaligus mendorong masyarakat agar terus mengembangkan potensi pangan dan kerajinan khas Tolikara.

Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan pangan, kerajinan, serta identitas budaya lokal kepada para pengunjung. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap potensi masyarakat asli Tolikara semakin dikenal, dihargai, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ajakan tersebut tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Seusai memberikan imbauan kepada para pimpinan OPD, Wakil Bupati Yotham R. Wonda turun dari panggung Festival Etnik Religi dan langsung mendatangi stand mama-mama asli Tolikara yang memamerkan berbagai hasil pangan lokal dan kerajinan tangan.


Di sejumlah stand, Yotham membeli hasil pangan lokal dan kerajinan yang dijual mama-mama. Sebagian barang yang dibelinya kemudian dibagikan kepada masyarakat yang datang menyaksikan rangkaian Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara.


Langkah tersebut menjadi contoh nyata kepada pimpinan OPD, tamu undangan, dan masyarakat agar tidak sekadar melihat atau mengunjungi stand pameran, tetapi ikut membeli produk yang dihasilkan masyarakat lokal.


Kehadiran Wakil Bupati di stand mendapat sambutan hangat dari mama-mama Tolikara. Mereka menyambut baik perhatian Yotham yang secara langsung mengajak jajaran pemerintah daerah untuk membeli pangan lokal dan hasil kerajinan mama-mama asli Tolikara.


Mama-mama berharap dukungan seperti itu terus diberikan, tidak hanya pada saat pelaksanaan festival, tetapi juga dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah lainnya sehingga hasil kebun dan kerajinan masyarakat memiliki pasar yang lebih luas.


Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan pangan, kerajinan, serta identitas budaya lokal kepada para pengunjung. Melalui kegiatan tersebut, potensi masyarakat asli Tolikara diharapkan semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.


Dukungan pemerintah daerah terhadap produk lokal juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap hasil bumi dan kerajinan khas Tolikara sekaligus memperkuat perekonomian mama-mama sebagai pelaku usaha lokal. [Yigibalom-Nay]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *