Oleh: Angginak Sepi Wanimbo***) Ketua Pegiat Literasi Papua Pegunungan
Filosofi orang Lani. Seketika rencana membuka lahan kebun baru disekitar wilayahnya tentu langkah awal yang diambil adalah musyawara bersama dengan keluarga di honai laki – laki. Awalnya diskusi dari hati ke hati lalu duduk mufakat bersama di rumah laki – laki disana mereka berbicara terlebih dahulu lokasih mana yang kami buka kebun setelah menentukan lokasihnya salah satu dipercayakan sebagai pemimpin kebun untuk membuka kebun baru dengan tujuan pemimpin tersebut mengarahkan jalannya membuka kebun baru hingga panen hasilnya.
Pemimpin tersebut tidak ditunjuk dengan sembarang tetapi salah satu keluarga yang mempunyai wilayah, dusun rencana membuka kebun baru tersebut diangkat menjadi pemimpin kebun. Setelah mendapat kepercayaan melalui musyawara sebagai pimpinan komando kegiatan mengajak beberapa laki – laki pergi jalan ke lokasih berdoa dan menebang pohon melalui kapak dan paran.
Pohon berukuran besar di sekitar dusun pembukaan kebun baru tersebut menebang semua tetapi sebagian sedikit tidak menebang tetapi hanya membersihkan dahan – dahannya lalu dikasih kering untuk pakai kayu bakar setelah panen hasil kebun tersebut.
Tebang setiap pohon yang besar tujuannya adalah untuk membuat pagar keliling berukuran panjang dan lebar sesuai keputusan rapat bersama di honai. Setelah membuat pagar dengan teliti dan menutup atapnya melalui alan – alan khusus tetapi juga dengan dahan – dahan kayu yang sudah dibabat.
Ada kelompok lain yang membuat pagar tetapi bagi muda – mudi biasa membabat rumput, menebang mohon berukuran kecil disekitarnya dengan kompak. Lalu pemimpin kebun melihat rumput yang dibabat kering semua maka pemimpin kebun membakar rumput yang sudah kering, lalu melakukan pembagian kebun kepada setiap warga yang bergabung per meter berukurang panjang dan lembar sama.
Dalam pembagiannya merata tetapi satu nilai yang unik dimiliki oleh orang Lani yaitu prioritaskan bagi mereka yang janda dan dunda untuk mendapat jata. Lalu soal kerja kebunnya yaitu melalui gotong royong hingga selesai, parit dengan tanam selanjutnya diberia arahan oleh pemimpin kebun tersebut untuk mengikutinya.
Pembangun pagar itu hanya tujuan satu yaitu mengantisipasi ternak babi masuk mencungkil tanaman dan makan hasil tanam sehingga orang Lani bijaksana dalam membuat pagar biar tanaman tersebut merawat, memelihara hingga memanen hasilnya dengan baik.
Pembanguan pagar tersebut sekeliling dengan baik pintu keluar dan masuk biasanya ada kira – kira sekitar satu dua pintu masuk dan keluar untuk merawat tanaman serta memanen hasil kebun. Bagi pemilik kebun tidak biasa melompak pagar lalu merawat atau memanen hasil tanaman tetapi selalu melalui pintu masuk dan keluar.
Pagar itu tidak dibangun asal – asalan tetapi pakarnya dibangun dengan ketelitian, rapi, kuat untuk bertahan lama. Bijaksana bagi pemimin tadi adalah selalu kontrol pagar dan tanaman tersebut dengan tujuan memanen hasil yang baik lalu menikmati dengan keluarga serta tetanga yang belum mempunyai kebun baru makan bersama melalui bakar batu kolam di lokasih tertentu.
Pembangun pagar untuk kebun baru tetapi juga pembangunan pagar rumah ada yaitu pagar rumah dibuat dengan kayu – kayunya diseleksi khusus lalu bangun dengan tujuannya bertahan lama. Pembangunan pagar sekeliling rumah ada tujuannya yaitu peternak babi tidak boleh masuk cungkil halaman rumah, tetapi juga mengantasipasi pencuri masuk dalam rumah dengan niat jahat sehingga barang miliknya selalu aman.
Tradisi membuat pagar dengan ketelitian yang diwariskan oleh moyang leluhur orang Lani. Ini suatu kekayaan yang berharga sebabnya generasi hari ini bagi yang ada di pedalaman kampung selalu memelihara warisan yang diwariskan oleh leluhur orang Lani. Sebab itu penulis percaya pagar kehidupan yang diwarisi oleh moyang terus dijaga dengan baik untuk terus hidup sebagai orang merdeka dan otonom, Para pembaca yang mulia tentang filosofi orang Lani lebih lengkap silahkan baca buku berjudul. Kebudayaan Suku Lani. Karangan, Angginak Sepi Wanimbo.
Pembangunan pagar kehidupan bagi orang Papua ini sangat penting untuk masa depan gereja dan bangsa di tanah Papua. Mengapa pagar kehidupan orang asli Papua dibangun dengan pendidikan yang mempunyai kualitas tinggi maka suatu waktu orang asli Papua akan bangkit memimpin dirinya sendiri diatas tanah ini.
Memulai pembangunan pendidikan yang berkarakter, berintegritas, bermoral serta mempunyai kualitias ilmunya tinggi dan dalam tentu membutuhkan namanya kesatuan yang kuat dari berbagai elemen yaitu gereja, pemerintah, dan adat.
Pembanguna manusia yang mempunyai masa depan dimulai dari ayah dan ibu di honai disanalah ajarkan nilai – nilai kejujuran, kesabaran, kedamaian, kesetiaan, kesopanan dan nilai kasih yang diajarkan oleh Tuhan untuk terapkan dalam kehidupan sosial.
Fondasi pendidikan yang kuat sudah dibangun oleh ayah dan ibu di honai maka dengan sendirinya pendidikan mental dan spiritual untuk meningkatkan kualitas rohaninya baik maka mendorong sertai aktif ajak pergi bawah generasi tersebut ke sekolah minggu setiap waktu untuk dapat dibimbing oleh guru – guru sekolah minggu di gereja tersebut. Tetapi juga mengajak aktif dalam persekutuan komunitas, persekutuan ibadah komsel dan mengikuti sesuai jadwal yang ada di tempat bersekutu pelayanan.
Memulai pembangun dasar kuat dengan mendidik yang cerdas sudah dibangun secara baik dan terstruktur, terarah oleh ayah dan ibu serta guru sekolah minggu dan gembala maka generasi tersebut mengejar impian di bangku studi sekolah dasar hingga perguruan tinggi sendirinya akan berjalan dengan baik. Sebab di sekolah sarana, prasarana fasilitas lainnya? sudah sangat memadai lalu tenaga pengajar bapa dan ibu guru kualitas ilmunya sangat tinggi maka anak didiknya akan keluar dengan kemampuan yang sangat baik siap dipakai tenaganya oleh orang lain.
Tantangan hari ini realitas dalam kehidupan dunia pendidikan sarana dan prasarana tidak memadai lalu tenaga mengajar jarang ada ditempat tugas membuat kemajuan pembangunan manusia Papua. Terjadi kemuduran sangat jauh oleh sebab itu pengambil kebijakan prioritas pembanguan manusia lebih baik dari pembangunan lain di tanah Papua.
Hari ini kerja serius dan menjadi prioritas utama adalah membangun sarana dan prasarana pendidikan se-tanah Papua. Dan memprioritaskan kebutuhan pokok bagi tenaga mengajar biarlah dengan perhatian penuh oleh pemerintah daerah sebagai ayah, mereka akan tetap teguh dalam pelayanan pembangunan manusia Papua.
Sarana dan prasarana serta kebutuhan pokok bagi setiap bapa ibu guru di daerah masing – masing sudah diperhatikan serius oleh pemerintah daerah maka kemajuan pendidikan akan sangat maju, dengan ada kemajuan pembangunan manusia Papua. Yang mempunyai kualitas tinggi suatu waktu orang asli Papua akan bangkit menjadi mandiri untuk mengatur masa depannya sendiri di atas tanah Papua.
“Pendidikan kuat Papua maju, pendidikan kuat Papua bangkit, Pendidikan kuat Papua mandiri, pendidikan kuat Papua sejahtera, pendidikan kuat Papua bisa menentukan masa depan gereja dan bangsa”.
TiEyom, 1 Agustus 2026
Penulis: Ketua Pegiat Literasi Papua Pegunungan














