banner 728x286

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berlangsung Dua Hari, Ditutup Berbagai Parade Budaya

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2621440;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 37;
banner 120x600

KARUBAGA, SUARALANI.id — Penyelenggaraan Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) 2026 berlangsung selama dua hari dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pada hari kedua sekaligus penutupan, festival dimeriahkan dengan Parade Budaya Nusantara, pertunjukan musik 150 ukulele, hingga atraksi paralayang.

Ketua Panitia FERT 2026, Sony Imbiri, mengatakan rangkaian kegiatan pada hari kedua melibatkan masyarakat serta para peserta yang sebagian besar terdiri dari anak-anak sekolah di sekitar Karubaga.

Salah satu agenda utama adalah Parade Budaya Nusantara. Para peserta memulai perjalanan dari Lapangan Merah Putih menuju Bandara Karubaga melalui Jalan Misi, kemudian melintasi depan Kantor Polres Tolikara sebelum kembali ke Lapangan Pendidikan Karubaga.

Parade tersebut menampilkan keberagaman budaya Nusantara dan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang menyaksikan rangkaian penutupan festival. Selain parade budaya, kemeriahan FERT 2026.

semakin terasa dengan pertunjukan musik yang melibatkan 150 pemain ukulele. Atraksi paralayang juga turut memeriahkan kegiatan dan menarik perhatian masyarakat serta tamu undangan yang hadir.

Sony Imbiri menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena seluruh rangkaian Festival Etnik Religi Tolikara 2026 dapat berlangsung dengan aman dan lancar sejak hari pertama hingga penutupan.

“Kami panitia mengucap syukur dan bangga kepada Tuhan karena seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar, mulai dari hari pertama hingga hari kedua ini. Puji Tuhan, tidak ada kendala berarti,” kata Sony.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, peserta, masyarakat, serta insan pers yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan penyelenggaraan FERT 2026.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini. Terima kasih juga kepada media, termasuk TVRI, serta tim Infokom Pemerintah Daerah dan media lainnya yang telah ikut meliput dan menyebarluaskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Sony, dukungan berbagai pihak memiliki peran penting sehingga seluruh agenda festival dapat terlaksana dengan baik. Partisipasi masyarakat, pelajar, pemerintah, aparat keamanan, tamu undangan, dan media turut memberikan warna dalam penyelenggaraan festival tahun ini.Atas nama seluruh panitia, Sony juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan tamu undangan apabila selama penyelenggaraan festival masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan.

“Apabila selama kegiatan ada kekurangan dan kesalahan dari kami panitia, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami memohon maaf kepada semua pihak,” tutupnya.

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan seni dan keberagaman budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, toleransi, kasih, dan kebersamaan di tengah masyarakat Tolikara.

Melalui kegiatan tersebut, semangat hidup berdampingan dalam keberagaman diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Tolikara yang aman, damai, dan harmonis. Tutupnya. (Yigibalom-Nay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *