banner 728x286

Bupati Tolikara Willem Wandik Menangis Melihat Warga Terdampak Kebakaran

banner 120x600

KARUBAGA, SUARALANI.id — Air mata Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., pecah saat ia bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memantau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan kios, rumah warga, serta bangunan kos-kosan di Distrik Karubaga. Musibah tersebut menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah daerah itu, di mana sebagian besar wilayah ibu kota Kabupaten Tolikara luluh lantak dilalap api.

Dengan suara bergetar, Bupati Willem Wandik menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga, khususnya di wilayah Giling Batu dan Kogome, Distrik Karubaga. Ia menyebut kebakaran tersebut telah melumpuhkan aktivitas masyarakat secara total.

“Sebagai pemimpin daerah, saya sangat terpukul melihat kondisi ini. Warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan mereka,” ujar Bupati Willem Wandik di sela-sela peninjauan. Kamis (29/01/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah darurat guna membantu para korban kebakaran serta memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Willem Wandik didampingi oleh Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Alam Tolikara Ferry Kogoya, Kepala Dinas Kesehatan Elius Enembe, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Derwes Yikwa, Asisten I Setda Tolikara Samuel Kogoya, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Michel. Rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran dan sejumlah titik posko darurat yang telah didirikan bagi warga terdampak.

Bupati Willem Wandik menambahkan, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat ini berada di Wamena untuk mempersiapkan bantuan logistik bagi para korban kebakaran guna memenuhi kebutuhan selama masa pengungsian.

“Sementara itu, terkait kerugian akibat hilangnya tempat tinggal dan usaha warga, pemerintah daerah akan melakukan pendataan serta penanganan lebih lanjut, “. Tuturnya.

Latinus Tabuni, warga yang terdampak kebakaran, mengatakan bahwa kebakaran di kawasan Digiling Batu telah terjadi sebanyak tiga kali. Dua kebakaran sebelumnya berskala kecil, namun kebakaran kali ini jauh lebih besar. Api merembet hingga ke wilayah Kogome, termasuk kompleks Rumah Sakit Lama.


“Kami sangat kesulitan memadamkan api secara manual karena sumber air sangat jauh. Selain itu, bangunan di sini sebagian besar terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya sambil meneteskan air mata di hadapan Bupati.


Ia menambahkan, ratusan kios, rumah, dan rumah kos tidak dapat diselamatkan. Seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya hangus dilalap si jago merah. Pungkasnya.[Yigibalom_Nay]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *