GOYAGE, SUARALANI.id — Hujan deras yang kembali mengguyur wilayah Distrik Goyage beberapa bulan lalu menyebabkan jembatan di Kali Goyage putus. Peristiwa tersebut mengakibatkan akses transportasi masyarakat menuju Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, kembali terhambat sehingga aktivitas sehari-hari warga ikut terganggu.
Jembatan yang menjadi penghubung utama Distrik Goyage dengan Karubaga tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang meningkat akibat tingginya curah hujan. Akibatnya, kendaraan maupun pejalan kaki tidak dapat melintasi jalur tersebut seperti biasanya.
Melihat kondisi itu, masyarakat tidak tinggal diam. Secara swadaya, mereka bergotong royong memperbaiki akses sementara agar mobilitas warga tetap berjalan. Kepala SD Inpres Yemakwi, Tebua Yigibalom, turut berpartisipasi dengan membeli kawat, sementara warga bersama-sama memasang gorong-gorong sebagai jalur darurat.

Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menunggu bantuan pemerintah. Warga bahu-membahu memasang gorong-gorong dan memperkuat jalur menggunakan kawat agar kendaraan roda dua, pejalan kaki, serta masyarakat yang membawa hasil kebun tetap dapat melintas meski dengan keterbatasan.
“Kami terpaksa bergotong royong karena akses ini sangat penting bagi masyarakat. Kalau tidak segera diperbaiki, aktivitas warga, anak-anak sekolah, dan distribusi hasil kebun akan semakin sulit,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap upaya swadaya tersebut dapat menjadi solusi sementara hingga pemerintah melakukan penanganan permanen. Mereka meminta pemerintah segera membangun kembali jembatan yang lebih kokoh dan tahan terhadap banjir, mengingat lokasi tersebut berulang kali mengalami kerusakan setiap musim hujan.

Peristiwa putusnya Jembatan Kali Goyage bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, jembatan yang sama juga pernah rusak akibat diterjang banjir, sehingga masyarakat harus membuat akses darurat agar kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat tetap berjalan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di Distrik Goyage.
Menurut mereka, pembangunan jembatan permanen yang berkualitas merupakan kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah tersebut. (suaralani.id)














