DOW TOLIKARA,SUARALANI.id—-Masyarakat Distrik Dou menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara beserta rombongan pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara, yang meliputi seminar sehari dalam Konferensi Perempuan GIDI pertama, peluncuran program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), kunjungan Bunda PAUD, serta Festival Sagu Tolikara.
Rombongan TP-PKK dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, SH., M.Si., serta sejumlah pejabat daerah, pimpinan organisasi perempuan, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka disambut meriah oleh masyarakat Distrik Dou melalui tarian tradisional, musik lokal, serta partisipasi aktif warga dan siswa sekolah dasar di Bandara Dou.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung mengikuti pembukaan Konferensi Perempuan GIDI pertama yang berlangsung di Klasis Mansoi, Distrik Dou. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Tolikara Willem Wandik.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur dan secara resmi membuka kegiatan konferensi sebagai momentum penting bagi pemberdayaan perempuan di daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan bersama TP-PKK memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta. Selain itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tolikara, Ny. Reni W. Wonda, turut memberikan bantuan sebesar Rp20 juta guna mendukung pelaksanaan konferensi.

Konferensi ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera” dengan subtema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan untuk Kemandirian Keluarga”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas PKK yang telah dirintis sejak tahun 2025, termasuk program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia juga menegaskan bahwa meskipun pelaksanaan program dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjalankan program tersebut di Distrik Wari, Dou, dan Egiam.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan peran perempuan, memperkuat keluarga, serta mendorong pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera di Kabupaten Tolikara. (CR02/admin)












